Disebuah keluarga yang berada, namun tak merasakan kehangatan dan keakraban seperti keluarga yang lainnya. fasilitas pun membutakan segalanya. kesibukkan kedua orangtua mereka mengakibatkan mereka kurang diperhatikan. S uatu hari ayah mendapati surat panggilan orangtua dari sekolah anak lelaki nya. ini sangat membuat sang ayah murka. ApakahAnda sedang mencari contoh naskah drama untuk 9 orang? Jika benar, maka Anda sampai ke tempat yang benar. Ya, kali ini admin akan share contoh teks drama untuk 9 orang pemain. Semoga contoh dialog drama 9 orang dibawah ini berguna bagi Anda. Tema: Kehidupan Judul: Menyukuri Hidup Part 2 Pemeran: 1. Ujang 2. Ipah 3. Julia 4. Rohani 5 Animaskucom search results naskah drama komedi 6 orang pemain. Inilah informasi yang dapat kami sampaikan contoh naskah drama 9 orang komedi. Yuk simak contoh drama komedi berikut ini. Contoh skenario teks drama pendek 9 orang. Setelah selesai membacanya, mereka menangis. Mereka adalah geng cewek yanga sangat jutek dan tidak mau disaingi oleh Naskahdrama untuk 7 orang pemain persahabatan hanya ada di [url] 0. Demikianlah pembahasan mengenai 14 contoh naskah drama: Naskah drama bawang merah dan bawang putih genre komedi halaman. Contoh skrip drama yang dimainkan oleh 6 orang. Pada pertemuan ini admin akan membahas perihal drama komedi 7 orang singkat. 15contoh naskah drama singkat komedi musikal persahabatan dll. Datang ke jakarta sejak 20 tahun sil ContohNaskah drama Persahabatan 9 orang PERSAHABATAN. Hanna sedang berada di dalam ruangan khusus untuk loker siswa Hanna :"apakah aku harus mengambil ini? "(sambil mengambil cd yang ada di sebuah loker) Sebelum orang tua Saka pergi, mereka memberikan sepucuk surat kepada Winantya untuk semua sahabatnya. Mereka pun membacanya di Iniadalah naskah drama tugas seni budaya kelompok gue. Disini ada 9 orang pemeran. Gue sendiri berperan sebagai pangeran antonio. Langsung aja ya. Cekidot~ Naskah Drama Kelompok 3 Cinderella Pemeran: Dewi Rahma Prahandini : Cinderella Mia Abi Nisa : Ibu Tiri Lian Bela Syaputri H : Saudara tiri, Anastasia Download& View Naskah Drama Cinderella 9 Orang Pemain as PDF for free. More details. Words: 1,349; Pages: 5; Preview; Full text; Cinderella Pemeran: Ardian Hapid Bunga Mayang: Cinderella M. Doifullah Fachriza: Ibu Tiri Valentine Brahma Putri S.: Saudara tiri, Anastasia Gisela Karina Asti: Saudara tiri, Drizella j2ziLj. Pengorbanan Terindah BABAK I Di kamar ayah dan ibu. Adegan 1 Pak Edi terbaring lemah di tempat tidur. Pak Edi Bu ... Ibu ... teriak bapak sambil batuk Adegan 2 Masuklah Bu Karisma ke kamar tersebut. Bu Karisma Iya, ada apa, Pak? menghampiri dan duduk di kursi Pak Edi Bapak waktunya minum obat, Bu. Tolong ambilkan di atas meja. Bu Karisma Oh iya pak, sebentar Ibu ambilkan beranjak dari tempat duduknya Priyo yang kebetulan lewat di depan kamar, sejenak berhenti di ambang pintu. Adegan 3 Bu Karisma menghampiri dan kembali duduk di bangku dengan membawa plastik kosong dan dompet. Bu Karisma Pak, ternyata obatnya sudah habis. tampak kebingungan Pak Edi Yaaah Bu. Perasaan kemarin masih ada. Ya sudah, tolong bantu Bapak ke kamar mandi, Bu. berusaha bangkit Bu Karisma Iya Pak, mari. lalu keduanya hendak beranjak ke kamar mandi Adegan 4 Masuklah Priyo untuk membantu ibunya. Priyo Biar saya saja, Bu. Mari, Yah. Saya bantu ke kamar mandi. menggandeng tangan ayahnya Pak Edi Lho, kok kamu tau ayah mau ke kamar mandi? Priyo Tadi saya kebetulan lewat, Yah. Adegan 5 Sementara Bu Kharisma merapikan tempat tidur, Priyo dan Pak Edi keluar dari kamar mandi dan memasuki kamar. Pak Edi Terima kasih ya, Nak. Priyo Iya, Yah. berlari menuju ke kamarnya sambil merenungkan apa yang baru saja Ibu dan Ayahnya bicarakan BABAK II Di suatu pekarangan rumah warga. Adegan 1 Priyo Oooooo, maju tak gentar pantang menyerah tetap semangat. menyanyikan lagu Bondan ft Fade2Black sambil memunguti kayu bakar Adegan 2 Sigit dan Ivan yang kebetulan lewat di depan pekarangan rumah tersebut hendak berangkat ke sekolah. Ivan Eh, Git. Itu bukannya Priyo yah? mencolek-colek tangan Sigit Sigit Iya bener, Van. Tapi ngapain dia pake’ baju seragam sambil munguti kayu bakar segala? Ivan Ayo kita tegur dulu aja dia.. Adegan 3 Ivan dan Sigit datang menghampiri. Ivan Hey, Yo! melambaikan tangan Sigit Ngapain kamu munguti kayu segala? Emang kamu nggak sekolah? Priyo Iya nih, aku lagi mbantu Ibuku ngumpulin uang. Insyaalah hari ini aku nggak masuk. Ivan Duwit? Buat apa? Kita kan masih kecil, nggak perlu mikir masalah duwit dulu kali. menertawakan Priyo Adegan 4 Priyo tersenyum lalu meneruskan pekerjaannya Ya nggak papa deh, kan niatku baik, Van. Sigit Kurang kerjaan banget sih kamu itu, kaya aku dong, duwit dari orang tua, tinggal pake, habis, minta lagi. menertawakan Priyo lagi Priyo Tiap orang kan beda-beda. Aku anak orang nggak mampu, jadi harus berusaha lagi biar dapet uang. Adegan 5 Sigit dan Ivan pergi meninggalkan Priyo Sigit dan Ivan Emang iyaaa. Priyo astaghfirullah.... menggelengkan kepala BABAK III Di dalam kelas saat istirahat. Adegan 1 Masuklah Satrio membawa permen dengan wajah bingung, lalu duduk di bangkunya. Satrio Hey, Nis ! Kamu tau ke mana Priyo? Sudah tiga hari dia nggak masuk sekolah. menoleh ke bangku belakang Anisa Aku nggak tau, Sat. Sakit mungkin. Tapi nggak juga sih, mana pernah si Priyo sakit sampai tiga hari kayak gini? Kalau kamu, Fir? wajah heran Firda Aku juga nggak tau Nis, Sat. menggelengkan kepala kamu tau, Ma? Rahma Apalagi aku. mengangkat bahu Adegan 2 Masuklah Ivan dan Sigit secara tiba-tiba. Ivan Lhoh, kalian nggak tau ke mana Priyo pergi ? Satrio, Anisa, Firda, Rahma menggelengkan kepala Sigit Yaah, ketinggalan berita banget sih. Priyo kan kerja munguti kayu bakar, buat mbantu biaya pengobatan ayahnya. Satrio, Anisa, Firda, Rahma Haaaaaah? Anisa Kalian tahu dari mana ? Sigit Kemarin, kemarinnya lagi, kemarinnya lagi, kami ketemu Priyo di pekarangan sebelah sawah tuh lagi munguti kayu. Anisa Trus kalian bilang apa? Ivan Ya aku bilang aku banyak uang lah, nggak perlu mungutin kayu bakar kaya dia. Kamseupay iuuuhhh... Firda Iiih, kamu jahat banget sih, harusnya kamu mbantu kek, kasih semangat kek. Malah mamerin kekayaan. Dasar... merengutkan dahi Adegan 3 Bel berbunyi dan Bu Wily memasuki ruang kelas. Bu Wily Sekarang kita mulai pelajaran hari ini, buka halaman 21! Murid-murid kelas VIII-E mulai membuka buku pelajaran Bahasa Indonesia masing-masing Adegan 4 Bu Wily menghampiri bangku di mana Satrio dan Priyo duduk bersama Bu Wily Satrio, kamu tahu ke mana Priyo? Sudah tiga hari ini ia tidak masuk ke sekolah. Satrio Emm… anu Bu, Priyo itu... Bu Wily Priyo kenapa, Sat? Satrio Priyo tidak masuk karena dia kerja untuk membeli obat-obatan ayahnya. Bu Wily Kamu tahu dari mana? Satrio Saya dikasih tahu Sigit dan Ivan, Bu. Tetapi saya tahu di mana rumahnya. Nanti sepulang sekolah saya akan berkunjung ke rumahnya. Bu Wily Iya, bagus kalau begitu. Ibu akan ikut berkunjung bersama kamu. Satrio Baik bu. Adegan 5 Setelah Bu Wily beranjak, empat anak itu melanjutkan percakapannya. Firda Eh, Sat. Aku, Rahma sama Anisa ikut juga boleh, kan? Satrio Dengan senang hati, Fir. memasang wajah tersenyum Eh, kalian berdua! memasang wajah masam Ivan Ya, ada yang bisa dibantu? Rahma Bisa dibantu bisa dibantu, kalian berdua harus ikut berkunjung ke rumahnya Priyo! Kalian nggak mikir apa kalau suatu saat orang tua kalian mengalami hal yang sama seperti orang tuanya Priyo! Mau dapat uang dari mana kalian? Kalian harus minta maaf ke Priyo! Sigit Baiklah, maafkan aku ya, Ma, Fir, Sat, Nis. Aku nggak akan ngulangi lagi kok. Janji. BABAK IV Di rumah Priyo Adegan 1 Mengetuk pintu rumah Priyo Bu Wily Assalamualaikum.. Bu Karisma Waalaikumsalam. Siapa? teriak seseorang dari dalam rumah Bu Wily Saya, Bu Wily. Wali kelas dari Priyo. Adegan 2 Pintu dibuka. Bu Karisma Oh.. silahkan masuk, Bu, Anak anak. Satrio, Firda, Anisa, Rahma, Sigit, Ivan Terima kasih, Bu. Bu Karisma Silahkan duduk semuanya. Adegan 3 Setelah semuanya duduk. Bu Karisma Ada apa ya, kok ramai-ramai ke rumah? wajah bingung Bu Wily Begini Bu, sudah tiga hari Priyo tidak masuk sekolah, saya mendengar cerita dari anak-anak, katanya Priyo bekerja untuk membantu membeli obat ya? Bu Karisma Iya, bu. Sudah berkali-kali saya larang, tetapi Priyonya masih saja keras kepala. Adegan 4 Masuklah Priyo tiba-tiba dari dalam kamar ayahnya sambil menggandeng Pak Edi yang terbatuk-batuk lemah. Priyo Hai, teman-teman. Satrio, Firda, Anisa, Rahma, Sigit, Ivan Halo juga Priyo.. Priyo Kalian apa kabar ? Satrio, Firda, Anisa, Rahma, Sigit, Ivan Baik priyo.. Adegan 5 Priyo duduk di antara ibu dan ayahnya. Pak Edi Terima kasih telah menyempatkan datang kemari melihat Priyo. Dia sudah tiga hari tidak masuk sekolah karena ia bekerja mencari kayu lalu dijual ke pasar untuk mendapat uang. Sigit Maafkan aku, Yo. Aku jadi mengerti kenapa kamu memunguti kayu sambil mengenakan seragam. tertegun melihat keadaan Ayah Priyo Rahma Ivan, cepetan minta maaf ! berbisik-bisik Ivan Iya, Yo. Aku juga minta maaf. Lantas mau bagaimana lagi. Kamu tidak ingin ayahmu jatuh sakit, tetapi kamu juga ingin bersekolah. Seharusnya aku tidak mengejekmu kemarin. Priyo Iya, nggak papa kok, Van, Git. Bu Wily Priyo, orangtuamu tidak pernah memamaksa kamu untuk bekerja. Ibu juga tidak suka melihat kamu tinggal kelas. Mulai hari ini Ibu ingin kamu sekolah dengan baik. Kalau untuk biaya pengobatan ayah kamu, ini ada uang dari teman-teman sekelasmu. Priyo Alhamdulillah, terima kasih, Bu. Saya berjanji, mulai besuk saya akan masuk sekolah seperti biasa. Semenjak saat itu, Priyo tidak pernah lagi bolos sekolah untuk bekerja. Dan kondisi ayahnya pun semakin membaik. TAMAT mohon maaf jika ada kesalahan, terima kasih telah berkunjung Ulasan tentang Naskah Drama Sekolah 9 Orang Pemain. 14 Contoh Naskah Drama Teater Persahabatan Lucu Komedi Sumber Drama 9 Orang Sumber Pelanginet Ponsel Drama Percakapan 9 Orang Persahabatan Sumber Contoh Naskah Drama 8 Orang Tentang Sekolah Sumber 9 Contoh Teks Drama Singkat Dengan Berbagai Tema Bukubiruku Sumber Naskah Drama Musikal Kita Satu Dengan Segala Perbedaan Sumber Inilah pembahasan lengkap terkait naskah drama sekolah 9 orang pemain. Admin dari blog Berbagai Naskah 2019 juga mengumpulkan gambar-gambar lainnya terkait naskah drama sekolah 9 orang pemain dibawah ini. Kumpulan Naskah Drama Lengkap Apps On Google Play Sumber Contoh Naskah Drama Pendek Bahasa Sunda 4 Orang Pemain Lucu Sumber Teks Drama Komedi Anak Sma Glasimup Mp3 Miegames Sumber Drama 9 Orang Pemain Kenakalan Remaja Contoh Cerita Sumber Drama 9 Orang Sumber Drama Sekolah 10 Orang Complit Sumber Drama 9 Orang Sumber Contoh Naskah Drama Untuk 11 Orang Pemain Sumber Drama Sekolah 10 Orang Complit Sumber Contoh Naskah Drama Dalam Bahasa Inggris Untuk 9 Orang Sumber 14 Contoh Naskah Drama Teater Persahabatan Lucu Komedi Sumber Drama 9 Orang Sumber Contoh Naskah Drama 8 Orang Tentang Sekolah Sumber Contoh Naskah Drama 3 Orang Contoh Naskah Drama 3 Orang Sumber Drama Sekolah 10 Orang Complit Sumber Demikianlah pembahasan yang dapat kami sampaikan mengenai naskah drama sekolah 9 orang pemain. Terima kasih telah berkunjung ke blog Berbagai Naskah 2019. Buka website sumber untuk pembahasan lengkapnya. Apakah Anda sedang mencari contoh naskah drama untuk 9 orang? Jika benar, maka Anda sampai ke tempat yang benar. Ya, kali ini admin akan share contoh teks drama untuk 9 orang pemain. Semoga contoh dialog drama 9 orang dibawah ini berguna bagi Anda. Tema Kehidupan Judul Menyukuri Hidup Part 2 Pemeran 1. Ujang 2. Ipah 3. Julia 4. Rohani 5. Romli 6. Bibah 7. Dadang 8. Ustadzah Shafiya 9. Warga SINOPSIS DRAMA Dalam naskah drama sebelumnya, pada judul Menyukuri Hidup Part 1’ keluarga Ujang yang mula-mula hidup sederhana mendadak menjadi orang kaya. Akan tetapi, dikabarkan mereka banyak melakukan penipuan. Akibatnya, banyak penduduk yang marah dan melabrak Ujang sekeluarga. Tak ketinggalan si Romli, anak Pak Rohani yang bekerja di rumah Ujang terkena imbasnya. NASKAH DRAMA Dadang yang sudah terlanjur marah sama sekali tak menghiraukan alasan Romli. Dadang “Namun kau tetap harus tanggung jawab.” Romli “Enak saja saya yang bertanggung jawab. Kita berdua sama-sama ditipu.” Bibah Udah janganlah ribut. Nanti semua orang tau.” Dadang Biar saja, semua orang tahu. Semua orang yang tertipu saat ini ini sedang menyerbu ke rumah si Ujang rame – rame. Tak hanya melacak keluarga Ujang juga pastinya melacak kau, Romli.” Rohani “Kalau begitu kita segera ke sana!” Lia “Jangan pak. Nanti bagaimana dengan nasib Romli. Bisa-bisa dipukuli dan dikeroyok massa.” Rohani “Mustahil penduduk mengamuk serta main hakim sendiri. Kita punya hukum dan keadilan yang harus ditegakkan. Baiknya kau mesti terangkan pada seluruh orang. Dadang! Kau mesti membuat perlindungan Romli. Biar Dadang menghubungi tokoh penduduk serta aparat keamanan.” Dadang “Baik. kami segera ke sana. Permisi Bu Lia.” Rohani “Bu, kami pergi dulu. Do’akan semua masalah ini bisa diselesaikan! Assalaamu alaikum.” Lia “Walaikum salaam. Hati – hati anakku. Semoga Allah melindungi kalian.” Pak Rohani beserta Romli dan Dadang beranjak ke rumah Ujang. Sementara itu, di depan rumah Ujang, situasi sudah memanas. Penduduk yang tertipu ulah si Ujang memberontak ingin menuntut pertanggungjawabannya. Dimulai dengan demo massa. Mereka beramai-ramai menuju ke rumah si Ujang. Orang 1 “Hey ... Jang...Ujang keluar lu . Kami nuntut janji lu. Lu harus bertanggung jawab. Lu penipu... Ipah … Cepat keluar... lu! Lu juga pembohong besar...!” Orang 2 “Kekayaan kalian bukan hanya hasil keringat yang suci. Ujang! Kau menggelapkan duit perusahaan. Ipah … si pembual yang menipu duit arisan ibu – ibu cepat kembalikan. Julia! kau juga wanita pelacur. Kuliahmu cuma kedok.” Orang 3 “Ujang … keluar...! Kami semua menunggu di depan rumahmu. Rumah hasil penipuan, penduduk! kita leburkan saja rumahnya. Rumah yang penuh dosa.” Orang 4 “Baiknya kita bakar aja. Tak perlu banyak omong. Ayo bakar... bakar !!!” Penduduk “Bakar.... Bakar...... Bakar.....!!!” Dadang datang dengan Romli dan Pak Rohani. Dadang “Hentikan … hentikan … Tunggu sebentar … Jangan main hakim sendiri …” Orang 4 “Lu kaga usah ikut campur ! Lu Rahmat… Lu juga mesti bertanggung jawab …” Orang 3 “Kau tidak pantas hidup … Ayo bunuh Romli sekalian … ayo …!!!” Rohani “Hentikan semuanya … sabar … sabar … Jangan main hakim sendiri. Itu tidak benar. Terlebih main keroyokan. Kita sebagai penduduk. Sebagai rakyat kecil harus punya nurani yang bersih. Jangan layaknya wakil rakyat bagian dewan yang saling berantem, saling tuding tak ada habisnya. Bicara untuk keperluan rakyat namun menindas rakyat untuk keperluan pribadi.” Romli “Saudara – saudara … Masalah ini harus diselesaikan dengan kepala dingin serta hati yang bersih. Sebaiknya kita bicara baik - baik. Saya yang bertanggung jawab walau ini semua bukan hanya kekeliruan saya. Namun kita semua tertipu oleh ulah si Ujang. Mari kita berkumpul di balai desa. Mari semuanya …” Seluruh penduduk pergi bersama Dadang dan Romli. Rohani “Ujang … keluarlah … Jangan takut … Semua orang udah pergi … Cuma ada saya, Rohani ama Ustadzah Shafiya.” Ustadzah Shafiya “Saya amat mengerti keluarga Anda dan saya juga sangat mengerti tekad penduduk yang kalian kecewakan. Saat ini baiknya ceritakan. Mengapa semua ini bisa terjadi?” Muncullah Ujang dan keluarganya. Ujang “Bu Ustadzah … Saya memanglah bukan pejabat … Namun dengan seenaknya ngembat duit rakyat … dengan tipu muslihat … Seluruh ini berawal dari istri Aye yang banyak menuntut. Saya kaya kaya gini karena menggunakan kemampuan sihir dan pertolongan dukun dengan kata lain pesugihan. Lantas saya mulai memakai kepintaranku untuk menipu semua orang.” Ipah “Benar apa yang dikatakan suamiku. Masalahnya situasi ekonomi keluargaku yang miskin. anak kami senang dipengaruhi kekayaan temannya. Terlebih iklan televisi itu yang kurang mendidik anak-anak.” Ustadzah Shafiya “Masya allah … Anda sungguh dimurkai Allah. Perbuatan itu amat dibenci oleh allah. Semestinya Anda melindungi keluargamu dari api neraka. Harta dan jabatan cuma sesaat didunia ini. Namun amalan dapat membawamu di akherat kelak. Biarpun kita miskin tapi kaya iman. Itu tambah baik dikarenakan sebagai bekal kelak di akherat. Allah swt berikan keturunan anak padamu sebagai titipan.” Ujang “Iya ustadzah, saya mengerti. Saya menyesal melakukan ini. Lalu apa yang bisa saya lakukan? Para penduduk sudah kepalang marah-marah. Saya takut dihakimi.” Rohani “Lebih baik, kau segera menyerahkan diri kepada yang berwajib sebelum para penduduk main hakim sendiri.” Ustadzah Shafiya “Kalian sekeluarga juga harus meminta maaf kepada seluruh warga yang sudah kalian tipu.” Ujang “Saya mengerti Pak Rohani. Saya juga mengerti Ustadzah. Terimakasih atas bantuan kalian. Saya akan segera menyerhakan diri ke polisi.” Pernyataan Ujang disetujui istri dan anaknya. Mereka memilih menyerahkan diri ke polisi daripada harus diamuk massa. Tak lama kemudian penduduk datang bersama beberapa Polisi dan langsung membekuk Ujang. Rohani “Ujang... Kau telah mengerti bagaimana semestinya manusia itu berlaku pada sesamanya. Terlebih keluargamu kaum muslim. Sepatutnya lebih bertaqwa pada Allah SWT sebagai Sang Pencipta kita. Serta Nabi Muhammad sebagai Rasulullah SAW pantas kita teladani di dalam kehidupan sehari-hari.” Ujang “Atas nama keluarga, saya mohon maaf kepada seluruh warga, dan kami akan segera bertaubat serta pastinya menyelesaikan masalah ini melalui jalur hukum. Kami sekeluarga menyerahkan diri pada pihak yang berwajib.” Akhirnya, Ujang sekeluargapun bertobat mengakui semua kesalahannya dan mereka menyerahkan diri ke pihak yang berwajib. Demikian tadi contoh teks drama singkat untuk 9 orang, semoga bisa memberikan referensi berguna bagi Anda.